Bukareksa Reksadana Syariah

Reksadana Syariah dan Beragam Jenisnya yang Bisa Dipilih

Reksadana menjadi salah satu jenis investasi yang banyak dipilih oleh masyarakat apalagi yang masih pemula. Saat ini, bahkan reksadana bisa dibeli lewat toko online terpercaya yang menyediakan fitur reksadana dengan syarat yang lebih mudah dibandingkan jika harus membelinya di bank kustodian. Menurut OJK, ada 10 jenis reksadana syariah yang bisa dipilih oleh masyarakat.

Pertama adalah jenis pasar uang. Sama seperti reksadana konvensional dimana jenis reksadana ini memiliki resiko kerugian yang paling rendah dibandingkan dengan jenis reksadana yang lainnya. Jika dana investasi pasar uang syariah tersebut di efek syariah pendapatan tetap, maka waktu dari penerbitan efek tersebut tidak boleh melebihi 1 tahun dan masa jatuh temponya juga tidak boleh lebih dari 1 tahun.

Kedua adalah pendapatan tetap. Jika Anda berinvestasi di jenis reksadana ini, maka investasi akan dikelola sedikitnya 80% ke bentuk efek syariah pendapatan tetap seperti obligasi. Obligasi merupakan surat berharga dari perusahaan untuk memperoleh pinjaman uang yang berasal dari pasar modal. Ketiga adalah jenis saham. Dana investasi akan dikelola dengan besar minimal 80% dari NAB ke bentuk efek syariah bersifat ekuitas. Jenis reksadana ini cocok untuk Anda yang berinvestasi lebih dari 5 tahun dan berani untuk mengambil resiko tinggi.

Bukareksa Reksadana Syariah

Keempat adalah jenis campuran. Reksadana syariah ini menempatkan dana investasi maksimal 79% dari NAB ke salah satu dari instrumen efek syariah yang bersifat ekuitas, pendapatan tetap dan atau ke instrumen pasar uang dalam negeri. Kelima adalah jenis terproteksi. Jenis reksadana berbasis syariah ini mengalokasikan dana investasi sebanyak 70% dari NAB ke instrumen efek syariah berpendapatan tetap. Sedangkan 30%-nya ditanamkan ke bentuk instrumen efek ekuitas syariah dan atau ke sukuk yang ada di bursa efek luar negeri.

Kelima adalah jenis indeks. Jenis reksadana yang berbasis syariah ini mengalokasikan NAB atau dana investasinya dengan jumlah minimal 80% ke efek syariah dari indeks syariah. Pada jenis reksadana dengan basis syariah ini, menawarkan kesempatan untuk para investor yang memiliki keinginan untuk berinvestasi di sham dengan bobot dan komposisi yang sesuai dengan indeks. Keenam adalah jenis Exchange Traded Fund atau ETF. Jenis reksadana ini memiliki kerumitan yang cukup tinggi sehingga perlu pemahaman lebih lanjut jika Anda ingin berinvestasi di reksadana jenis ini. Unit penyertaan dari jenis investasi syariah ini diperdagangkan secara bebas pada lantai bursa dan umumnya mengacu pada indeks saham yang ada di pasar saham. Jika dibandingkan dengan reksadana konvensional, dalam prakteknya ETF syariah lebih efisien sebab unit penyertaan bisa diperjualbelikan secara langsung pada lantai bursa tanpa harus melalui MI. Dengan kata lain jenis investasi syariah ini mengalokasikan NAB reksadana ke portofolio saham yang terdiri dari suatu efek ekuitas berdasarkan pada syarat serta ketentuan syariah.

Jenis reksadana syariah yang lain yang diakui oleh OJK, yaitu:

  • Jenis reksadana berbasis syariah yang berbentuk KIK penyertaan terbatas. Namun, jenis reksadana ini hanya untuk para pemodal yang profesional dan tidak untuk ditawarkan lewat penawaran umum. Jenis reksadana ini, tidak boleh dimiliki lebih dari 50 pihak dari pemodal profesional.
  • Jenis efek syariah luar negeri. Jenis reksadana berbasis syariah ini adalah salah satu reksadana baru sesuai dalam peraturan OJK tahun 2015. Dana investasi sebesar 52% dari NAB akan dialokasikan ke efek syariah luar negeri dan 49% ke efek syariah dalam negeri.
  • Reksadana berbasis syariah dengan basis sukuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *